Sabtu, 04 Juni 2011

makalah teknologi pembelajaran


DEFINISI TEKNOLOGI PENDIDIKAN SEBUAH RINGKASAN

1.   Teknologi pendidikan merupakan proses yang kompleks dan terpadu yang melibatkan orang, prosedur, ide, peralatan, dan organisasi untuk menganalisis masalah, mencari jalan pemecahan, melaksanakan, mengevaluasi, dan mengelola pemecahan masalah yang menyangkut semua aspek belajar manusia.
Teknologi pendidikan adalah teori yang berkenaan dengan cara  masalah-masalah belajar manusia diidentifikasi dan dipecahkan.
Teknologi pendidikan adalah suatu bidang yang mencakup penerapan proses yang kompleks dan terpadu dalam menganalisis dan memecahkan masalah-masalah belajar manusia.
Teknologi pendidikan merupakan profesi dalam bentuk usaha yang terorganisasikan untuk menerapkan teori, teknik intelektual dan penerapan praktis teknologi pendidikan.
2.      teknologi pendidikan sering dikacaukan dengan “ teknologi dalam pendidikan”. Teknologi dalam pendidikan adalah penerapan teknologi terhadap sembarang proses yang berkenaan dengan bekerjanya lembaga yang bergerak dalam usaha pendidikan.
3.      teknologi pendidikan sering dikacaukan dengan “teknologi instruksional”
teknologi instruksional adalah teknologi pendidikan berdasar atas konsep bahwa pembelajaran adalah bagian dari pendidikan.
4.      definisi teknologi pendidikan tersebut bisa membentuk teori.
5.      teknologi pendidikan memiliki teknik intelektual yang unik-sebuah pendekatan pemecahan masalah.
6.      teknologi pendidikan mempunyai aplikasi-aplikasi praktis.
7.      teknologi pendidikan memiliki petunjuk untuk latihan dan pemberian sertifikat.
8.      teknologi pendidikan memiliki kemungkinan untuk pengembangan dan melaksanakan kepemimpinan.
9.      teknologi pendidikan memiliki asosiasi (perkumpulan) dan komunikasi professional.
10.  teknologi pendidikan mengaku dirinya sebagai profesi melalui asosiasi profesi dan aktivitas yang dilakukannya.
11.  teknologi pendidikan beroperasi dalam konteks masyarakat yang lebih luas, membantu profesi yang berkenaan dengan penggunaan dan penerapan teknologi.
12.  teknologi pendidikan bergerak dalam keseluruhan bidang pendidikan.
13.  teknologi pendidikan adalah teori tentang bagaimana masalah-masalah belajar manusia diidentifikasi dan dipecahkan.
14.  orang dikatakan menjadi anggota yang bergerak jika mereka melakukan kegiatan yang tercakup dalam ruang lingkup kawasan teknologi pendidikan.
15.  orang dikatakan menjadi anggota profesi teknologi pendidikan jika mereka telah memenuhi criteria yang ditentukan oleh profesi ini, yaitu menghabiskan sebagian besar waktunya untuk melaksanakan satu atau lebih fungsi kawasan teknologi pembelajaran.
16.  konsep teknologi instruksional atau pendidikan bersifat integrative.

TEKNOLOGI PENDIDIKAN
 KONSTRUK TEORITIK, BIDANG, PROFESI

Tiga persfektif teknologi pendidikan:
·              Kita dapat memandang teknologi pendidikan sebagai sebuah konstruk teoritik, sebuah abstraksi yang mencakup serangkaian ide dan prinsip tentang cara bagaimana pendidikan dan pembelajaran harus dilaksanakan dengan menggunakan teknologi.
·              Kita dapat memandang teknologi pendidikan sebagai suatu bidang garapan, aplikasi ide dan prinsip teoritik untuk memecahkan masalah konkrit dalam bidang pendidikan dan pembelajaran.
·              Kita dapat memendang teknologi pendidikan sebagai suatu profesi suatu kelompok pelaksana tertentu yang diorganisasikan, memenuhi criteria tertentu, dan bergabung untuk membentuk baguian tertentu dari bidang tersebut.





PERKEMBANGAN TEORI-PERSPEKTIF HISTORIK

Teknologi pembelajaran pada hakikatnya merupakan suatu bidang study yang baru. Saettler (1968) menelusuri filosofi teknologi pendidikan dan menganggap landasan itu telah ada pada zaman keemasan yunani , yang dilakukan oleh sufi. Meskipun mata rantai perkembangan itu secara histories dapat dipertanggungjawabkan dan memberikan bukti bahwa teknologi pendidikan merupakan badan garapan yang sudah mapan dan patut dihargai, namun secara operasional hal itu tidak serasi. (wallington, 1974, hal. 15).
Menurut Fiin, dengan memakai tahun 1920-an sebagai awal teknologi pendidikan. Pembahasan diawali dengan adanya gerakan serta definisi formal pertama yang berhubungan dengan teknologi pendidikan, yaitu pengajaran visual.

A.  Dari pembelajaran visual ke pembelajaran audio-visual
Diinjau dari segi teknis, yang dimaksud dengan pembelajaran audio-visual menunjuk pada beberapa macam perangkat keras yang dipakai guru untuk menyampaikan ide dan pengalaman melalui mata dan telinga. Perbedaan utama antara pembelajaran audio-visual dengan teknik instruksional lainnya sekedar terletak pada masalah penekanan.
Pembelajaran audio-visual memberikan tekanan pada pengalaman konkrit atau non verbal dalam proses belajar. Sedangkan teknik instruksional lainnya pada pengalaman verbal dan simbolis. Kita tidak boleh menganggap pembelajaran audio-visual sebagai metode pengajaran, bahan audio-visual hanya berguna apabila dipakai sebagai bagian integral dari proses instruksional.



B.   Dari pembelajaran audio-visual ke teori komunikasi
Pendekatan yang lebih bermanfaat untuk memehami dan meningkatkan efisiensi dalam bidang audio-visual tampaknya terletak pada teori komunikasi (Hoban 1956, hal.9).
Orientasi teknologi pendidikan pada komunikasi, mengubah kerangka teori bidang itu, perhatian tidak lagi dipusatkan pada “benda-benda” dalam bidang itu, melainkan pada seluruh proses komunikasi informasi mulai dari sumber (baik guru maupun bahan) sampai kepenerima atau sasaran (si-belajar).

C.  Dari pembelajaran audio-visual ke konsep system awal
Konsep sistem dalam teknologi pendidikan menganggap system sebagai produk, tetapi bukan sebagai yang terpisah seperti pada konsepsi bahan audio-visual, melainkan sebagai produk yang lengkap, tersusun dan terintegrasi sebagian rupa hingga memungkinkan terjadinya pembelajaran secara lengkap.
Konsep system awal yang berorientasi pada produk ini paling jelas tampak pada paham yang memadukan pengajaran individual dan massal, dengan pengajaran yang konvensional dalam suatu system instruksional yang menggunakan konsep “kontak hitam”.

PERLUASAN TEORI-KERANGKA TEORITIK MASA KINI

A.  Asumsi dasar dan konsep
Asumsi yang merupakan landasan definisi teknologi pendidikan adalah sebagai berikut:
·        Masyarakat modern ditandai dengan tingkat teknologi tinggi yang rumit
·        Kebudayaan teknologi adalah kebudayaan yang mencari pemecahan teknologis atas masalah-masalahnya
·        Teknologi pembelajaran baru telah dikembangkan melalui riset dasar dan praktek lapangan
·        Teknologi pendidikan baru, dipandang mampu memenuhi syarat untuk memecahkan masalah-masalah pokok yang berhubungan dengan pembelajaran, organisasi, dan adminisrasi disekolah
·        Penerapan teknologi baru tersebut akan membawa perubahan besar yang berpengaruh terhadap administrasi

B.   Definisi konseptual teknologi pendidikan
Definisi pendidikan adalah proses kompleks dan terpadu yang mencakup orang, prosedur, ide, peralatan, dan organisasi untuk menganalisis masalah, mencari cara pemecahan, mengimplementasikan, mengevaluasi dan mengelola pemecahan masalah yang berkenaan dengan semua aspek belajar manusia.
Komponen system insruksional untuk teknologi instruksional yaitu sumber-sumber belajar yang disusun terlebih dahulu dalam proses desain atau pemilihan dan pemanfaatan, dan dikombinasikan menjadi system instruksional yang lengkap, untuk mewujudkan terlaksananya proses belajar yang bertujuan dan terkontrol.
Fungsi pengembangan pendidikan instruksional menyangkut soal analisis masalah dan mencari upaya pemecahannya, mengimplementasikan, dan mengevaluasi sumber belajar/komponen sistem instruksional sebagai upaya untuk memecahkan masalah tersebut.

C.  Teknologi dalam pendidikan
Teknologi pendidikan hanya menitikberatkan pada proses yang dilaksanakan unuk membuat desain dan/atau memenfaatkan segala sumber belajar untuk memberikan kemudahan belajar manusia.
Pada umunya, konsep teknologi pendidikan dan teknologi instruksional digunakan secara bergantian sebagai istilah yang mempunyai makna sama. Teknologi instruksional merupakan sumber teknologi pendidikan.

TEKNIK INTELEKTUAL-KOMBINASI TEKNOLOGI DAN EFEK SINERGISTIK DARI APLIKASI YANG SISTEMATIK

A.  Teknik intelekual teknologi pendidikan
Teknik intelektual yang menjelaskan bagaimana teknologi pendidikan berupaya unuk menghadapi tantangan (permasalahan). Teknik ini mencakup integrasi secara sisematik setiap teknologi dari fungsi-fungsi tersebut dan mencakup pula hubungannya satu sama lain sehingga menjadi proses yang kompleks lagi terpadu.
Masing-masing fungsi teknologi pendidikan mempunyai teknik intelektual yang berhubungan dengan fungsi tersebut. Teknik intelektual teknologi pendidikan lebih daripada sekedar jumlah dari bagian ini. Teknik tersebut merupakan integrasi sistematis masing-masing teknologi dari fungsi dan saling hubungannya sehingga melahirkan proses yang kompleks lagi terpadu untuk menganalisis keseluruhan masalah dan menciptakan keseluruhan pemecahannya.
 Teknik intelektual melahirkan efek sinergistik dan menghasilkan sesuatu yang tidak bisa diperkirakan sebelumnya berdasar atas beroperasinya masing-masing unsur secara sendiri-sendiri terlepas satu sama lain. Kekhasan teknik ini menunjukkan keunikan teknologi pendidikan. 
APLIKASI PRAKTIS-SUMBER DAN FUNGSI, PENGARUH STRUKTUR ORGANISASI, PENGARUH DALAM PROSES PENDIDIKAN

A.  Pengaruh pada struktur organisasi
Teknologi pendidikan mempunyai dampak penting terhadap struktur organisasi lembaga yang menerapkannya. Dampak ini akan terasa pada tiga hal, yaitu: keputusan, menciptakan pola inteksional baru, dan memungkinkan adanya bentuk alternative lembaga pendidikan.
·        Tingkat pengambilan keputusan
Apabila teknologi pendidikan hanya dianggap sebagai alat bantu “audio-visual”, maka dampaknya akan terasa pada tingkat pengambilan keputusan intruksional yang rendah.
Pengaruh teknologi pendidikan tidak hanya pada tingkat pengambilan keputusan yang paling bawah, atau pada tingkat pelaksanaan dikelas, melainkan pula pada tingkat diatasnya dan bahkan ditingkat yang tertinggi, yaitu tingkat perencanaan dan penentuan kurikulum.
·        Jenis pola instruksional
Teknologi pendidikan disamping mempunyai dampak pada pengambilan keputusan , juga memungkinkan adanya empat pola instruksional yang berbeda, yaitu:
1.      sumber belajar insani/omponen system instruksional saja
2.      sumber belajar/komponen system instruksional berupa bahan, alat, teknik dan latar yang berfungsi melalui sumber belajar/komponen sistem instruksional insani terhadap si-belajar
3.      sumber belajar/komponen system instruksional berupa bahan, alat, teknik dan latar yang dipadukan dalam produk atau sistem insruksional dalam bentuk pembelajaran bermedia yang berinteraksi dengan si-belajar dalam Susana tanggung jawab bersama dengan sumber belajar/komponen system instuksional insani.
·        Jenis alternative lembaga kependidikan
Paling sedikit ada lima macam alternative yang tersedia untuk memberikan kemudahan dalam belajar, diantaranya:
1.      sistem sekolah yang ada sekarang
2.      program belajar jarak jauh
3.      program inovatif kelas terbuka
4.      sekolah bebas
5.      jaringan belajar

B.   Pengaruh terhadap pengambilan keputusan pendidikan
Menurut pengamatan Heinich (1970) aplikasi teknologi pendidikan secara langsung berpengaruh terhadap keputusan yang diambil mengenai proses khusus pendidikan.
Aplikasi itu membawa dampak pada siapa yang memutuskan isi yang diajarkan, pemilihan isi serta ingkat standar, kuantitas dan kualitas sumber yang disediakan, siapa yang merancang sumber belajar dan bagaimana caranya, serta siapa dan bagaimana memproduksi sumber belajar itu, mengevaluasi pembelajaran, berinteraksi dengan si-belajar, siapa dan bagaimana menilai perbuatan si-belajar.

SERTIFIKASI DAN LATIHAN

A.  Sertifikasi
Bidang teknologi pendidikan mempunyai konsep yang begitu luas untuk hanya berpedoman pada satu perangkat standar spesifikasi yang berlaku bagi semua plaksana atau pada satu program latihan bagi para pelaksana tersebut. AECT sebagai suatu perkumpulan yang paling langsung berurusan dengan penerapan teknologi pada pendidikan dan pembelajaran telah melaksanakan langkah pertamanya dalam sertifikasi dengan jalan mengidentifikasi dan menyusun tiga kawasan spesialisasi yang perlu bagi sertifikasi dan latihan. Ketiga kawasan tersebut pertama kali diidentifikasi oleh Heinich (1973) dalam pidato kepresidenannya pada rapat tahun AECT.
1.      Desain kurikuler dan instruksional
2.      Desain produk Instruksional
3.      Pelayanan media

B.   Pelaksanaan sertifikasi dan akreditasi
Pemberian sertifikasi dan skreditasi kemungkinan dapat dilakukan oleh suatu profesi-langsung lewat suatu asosiasi profesi, atau melalui suatu organisasi yang dibentuk oleh profesi.

ASOSIASI PROFESIONAL

Suatu ciri pokok dari profesi adalah adanya asosiasi profesi beserta segala kegiatannya. Hingga saat ini paling tidak ada satu organisasi profesi yang secara langsung berurusan dengan teknologi pendidikan, yaitu asosiasi komunikasi dan teknologi pendidikan (AECT).
Kecuali mempermudah komunikasi antar anggotanya lewat publikasi-publikasi dan pertemuan-pertemuan, organisasi ini juga bertindak sebagai badan pengembangan dan pelaksanaan suatu kode etik bagi para lembaga dalam teknologi pendidikan dan praktek yang berkaitan dengannya., pedoman latihan dan sertifikasi bagi pelaksana dibidang teknologi pendidikan , kegiatan-kegiatan kepemimpinan dalam bidang teknologi pendidikan maupun bagi para anggotanya, komunikasi dan interaksi dengan perkumpulan dan organisasi lain yang berkaitan dengan penerapan teknologi pendidikan dan pembelajaran.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar